IMPLEMENTASI DELAPAN KOMPETENSI DESA SIAGA

1 September 2009

IMPLEMENTASI DELAPAN KOMPETENSI DESA SIAGA

OLEH POKJA DESA SIAGA DI PUSKESMAS TAWANGSARI

Oleh : dr. Sugeng Purnomo

Desa siaga ialah suatu kondisi masyarakat tingkat desa/ kalurahan yang memiliki sumber daya potensial dan kemampuan mengatasi masalah – masalah kesehatan, bencana,kegawat daruratan kesehatan secara mandiri. Desa siaga mencakup konsep pelayanan kesehatan dasar,mengembangkan surveilance dan menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam melaksanakan program pengembangan desa siaga,semua desa di wilayah kerja Puskesmas Tawangsari yang berjumlah 12 Desa. telah melaksanakan dan mewujudkan 8 kopentensi Desa Siaga.

  • Melakukan pengamatan penyakit , Gizi, Kesehatan Lingkunngan dan perilaku masyarakat dalam rangka survei mawas diri.

Pengamatan dilakukan secara terus menerus di setiap RW terhadap :

  • Gejala atau penyakit menular potensial KLB, penyakit tidak menular termasuk gizi buruk
  • Faktor resiko : Perilaku buruk masyarakat yang dapat menimbulkan Penyakit.
  • Faktor Lingkungan yang tidak menguntungkan terhadap kesehatan.
  • Kejadian dan kondisi lain masyarakat.

Bentuk pengamatan dilakukan oleh masyarakat,kader kesehatan,pengurus Pokja Desa Siaga dan di laporkan secara tertulis. Kemudian data tersebut dipakai sebagai bahan untuk SMD ( Survei Mawas Diri ) di tingkat desa. Survei mawas diri bertujuan agar Forum Kesehatan Desa / Pokja Desa Siaga mampu melakukan telaah mawas diri untuk desanya, diharapkan mereka menjadi sadar akan permasalahan yang dihadapi didesanya , serta bangkit niat atau tekad untuk mencari solusinya.

  • Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa dalam penggalangan komitmen Desa Siaga.

    Pada kegiatan ini pengurus Pokja Desa Siaga beserta kader kesehatan mencari alternatif penyelesaian masalah kesehatan dan upaya membangun masyarakat sehat dikaitkan dengan potensi yang dimiliki pada saat SMD dilaksanakan,utamanya daftar masalah kesehatan,data potensi,serta harapan masyarakat. Hasil pendataan tersebut di musyawarahkan untuk penentuan prioritas, analisa masalah , penyelesaian masalah, serta rencana tindak lanjut dan kegiatan yang akan dilaksanakan bulan depan untuk pembangunan kesehatan dan pengembangan desa siaga. Seluruh desa telah membuat rencana tindak lanjut dalam bentuk matrik dirinci mulai dari nama kegiatan,tujuan,sasaran, waktu,tempat, pelaksana, penanggung jawab dan dana.

  • Memberikan pelayanan kesehatan promotif dan preventif.

    Bberdasarkan hasil Musyawarah Masyarakat Desa ( MMD ), maka dilakukan kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada di desa tersebut, salah satumnya adalah kegiatan pelayanan kesehatan promotif atau penyuluhan. Penyuluhan ini dilaksanakan oleh pengurus pokja desa siaga, kader posyandu dan bidan desa. Kegiatan penyuluhan dimaksudkan agar pengetahuan masyarakat meningkat sehingga bisa merubah perilaku. Pelayanan kesehatan preventif yang dilakukan oleh pengurus pokja desa siaga adalah dengan menggerakan masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit, misal Pemantauan Jentik dan PSN oleh kader posyandu untuk mencegah dan memberantas penyakit Demam Berdarah. Semua Balita diharuskan sudah mendapatkan lima Imunisasi dasar lengkap sebelum berumur satu tahun untuk mencegah penularan penyakit tuberkulosa, hepatitis,polio campak,diptheri,pertusis, dan tetnus.

  • Melakukan administrasi desa siaga.

    Semua tahapan kegiatan desa siaga mulai dari pengamatan penyakit,survei mawas diri, Musyawarah Masyarakat Desa, rencana tindak lanjut dan pelaksanaan kegiatan harus dilaporkan dan ditulis dalam bentuk buku . Buku laporan yang harus dibuat minimal ; Buku kunjungan rumah, buku survei mawas diri, daftar hadir, notulen rapat, rencana lindak lanjut, dan hasil pelaksanaan kegiatan .

  • Menggalang jejaring kemitraan potensi yang ada di desa.

    Dalam setiap pertemuan musyawarah masyarakat desa,pengurus pokja desa siaga selalu mengundang organisasi yang ada di desa, Baperdes ,Tim penggerak PKK, Karang taruna, Pengurus RT / RW, dan diharapkan dengan adanya kemitraan ini semua program desa siaga dapat terlaksana bersama – sama dengan potensi yang ada di desa tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik dan dapat mengaatasi masalah kesehatan secara mandiri.

  • Menerapkan teknologi tepat guna sesuai dengan potensi yang ada.

    Teknologi tepat guna yang dapat dan sudah dilakukan oleh pokja desa siaga di puskesmas Tawangsari adalah pemberian dan pemasangan genting kaca pada rumah penduduk yang anggota keluarganya ada yang menderita Tuberculosa , diharapkan dengan adanya pemasangan genting kaca cahaya matahari yang masuk rumah mencagah penularan penyakit TBC pada anggota keluarga yan lain.

  • Menggali pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat.

    Penggalian pembiyaan kesehatan adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan dana yang bersumber dari masyarakat untuk menjamin pemeliharaan kesehatan masyarakat. Bentuk penggalian dana yang telah dilakukan pokja desa siaga di Puskesmas Tawangsari berupa jimpitan, uang sukarela pada saat pertemuan arisan, anggaran dana desa, swadaya RT, hasil pelayanan Poliklinik Kesehatan Desa 10 % untuk kas desa / Pokja desa siaga . Pengalokasian dana adalah untuk operasional kegiatan desa siaga, yang antara lain untuk biaya pertemuan rutin bulanan pokja desa siaga, uang transport kader dalam pemantauan jentik dan PSN, penyuluhan keshatan kepada masyarakat, pemberian makanan tambahan khususnya balita gizi buruk dan umumnya balita pengunjung posyandu.

  • Mengelola upaya kesehatan berbasis masyarakat.

    Ketua pokja desa siaga bertanggung jawab penuh dalam kegiatan UKBM yang ada di desa, ketua pokja desa siaga beserta pengurus harus melakukan pembinaan terus menerus jangan sampai posyandu Balita, Lansia, Posbindu ( Pos Bina Terpadu ) yang sudah berjalan dengan baik berhenti kegiatannya oleh karena sesuatu sebab. Ketua pokja desa siaga beserta pengurus setiap bulan melakukan kunjugan supervisi di setiap posyandu balita, lansia dan posbindu untuk memotivasi para kader sekaligus pembinaan. Bila ada posyandu yang kekurangan / tidak ada kader,pengurus pokja desa siaga berkewajiban merekrut dan mendapatkan kader yang baru, selain itu juga perlu mengembangkan upaya – upaya untuk memenuhi kebutuhan para kader agar tidak drop out, kader – kader yang memiliki motivasi memuaskan kebutuhan sosial psikologisnya diberi kesempatan seluas – luasnya untuk mengembangkan motivasinya sedangkan kader yang ekonominya masih kurang dibantu untuk memperoleh tambahan penghasilan, misal dengan pemberian insentif atau modal usaha.

Demikianlah delapan kompetensi pokja desa siaga yang telah dan sedang dijalankan oleh ketua dan pengurus pokja desa siaga se Kecamatan Tawangsari yang berjumlah 12 desa. Semoga apa yang telah dilakukan ini dapat diteruskan dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga mandiri dalam bidang kesehatan.

STRATEGI PENGEMBANGAN DESA SIAGA

5 Agustus 2009

DiTulis Oleh    : dr Iskandar

(Sumber dari SimKes UGM)

 

Ketika Kita dituntut untuk mengembangkan desa siaga ,Awalnya kita bingung dari mana kita memulainya, bagaimana kita bias melakukan advokasi ke Pemerintah Kecamatan dan Pemerintahan Desa.dan terus terang ada beberapa desa yang tidak tertarik pada konsep tersebut serta menunggu desa yang lain dulu untuk melaksanakan konsep tersebut.Kita juga masih bingung bagaimana membuat consideran dalam pembuatan SK Pokja dan SK PKD. Maklumlah Pegawai Puskesmas tidak ahli dalam pembuatan SK. Namun dengan seiring berjalannya waktu akhirnya semua desa telah memiliki susunan Pokjanal Tingkat Desa dan semua Desa telah memiliki PKD yang di motori oleh bidan Desa Setempat

Di awal Tahun 2009 ini hampir semua Puskesmas Di sukoharjo mengalami merger yang tadinya dalam satu wilayah kecamatan memiliki dua Puskesmas menjadi Satu Puskesmas per Kecamatan. Puskesmas Tawangsari termasuk salah satu Puskesmas yang di merger. Waktu itu juga mengalami pergantian Kepala Puskesmas. Tadinya dipimpin Oleh Drg Sigit Siswanta kemudian digantioleh Dr Sugeng Purnomo. Dengan kepemimpinan yang baru ini Pengembangan Gesa Siaga Di Wilayah Kecamatan Tawangsari berkembang sangat pesat. Tak ayal juga Staff Promkes yang meng-handle program ini menjadi super sibuk. Sebagai contoh adalah Ratih Ikaningtyas selaku petugas promkes bekerja sampai lembur larut malam untuk menyelesaikan administrasinya(kasihan…..).

Desa siaga tidak hanya sekedar konsep yang bertengger di atas awan. Dengan mengacu visi Departemen Kesehatan agar rakyat indonesia dapat mewujudkan kesehatan secara mandiri, perlu dilakukan tindakan-tindakan nyata. Sebagai contoh, pembentukan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang bertujuan agar setiap desa mampu mengidentifikasi dan mencegah bencana, wabah, kurang gizi dan persoalan-persoalan lain. Poskesdes diharapkan pula untuk merevitalisasi upaya-upaya kesehatan bersumber masyarakat seperti posyandu, pos obat desa, ambulans desa, bank darah desa, kelompok pemakai air dan koperasi jamban.

 
 

Secara umum ada 4 strategi dalam menggerakkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan :

  1. Memberdayakan masyarakat agar mampu berperilaku hidup sehat.
  2. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
  3. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan.
  4. Meningkatkan pembiayaan kesehatan.

 

PROGRAM PENGEMBANGAN DESA SIAGA PUSKESMAS TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO

28 Juni 2009

040220091137

Oleh : Dr Sugeng Purnomo

Program Pengembangan Desa Siaga

Adalah Program Unggulan Puskesmas Tawangsari

Visi : Pokja Desa Siaga Aktif PKD Berjalan Maju

Misi : Memandirikan Masyarakat dalam bidang Kesehatan

A.DESA SIAGA Ialah suatu kondisi masyarakat tingkat desa / kalurahan yang memiliki sumber daya potensial dan kemampuan mengatasi masalah – masalah kesehatan , bencana, kegawat daruratan kesehatan secara mandiri.

Ada 4 pilar kegiatan didesa siaga yaitu :

1. Pemberdayaan / gotong royong Mis : pembuatan SPAL, PSN

2. Pengamatan / surveylans epidemiologi Mis : kasus demam berdarah 3. Upaya – upaya kesehatan / pelayanan kesehatan dasar Yaitu terbentuknya PKD sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan kesehatan sesuai kewenangan.

4. Pembiayaan Kesehatan Mis : Dana shat, Jimpitan, dana sehat iuran RT

Ada 4 masalah Kesehatan yaitu ;

1. Adanya kematian bayi

2. Adanya kematian ibu

3. Adanya gizi kurang / buruk

4. Adanya wabah / kejadian luar biasa suatu penyakit

PICT0746

B.LANGKAH –LANGKAH KEGIATAN DIDESA SIAGA :

1. PTD ( Pertemuan Tingkat Desa ) PTD merupakan langkah awal dari kegiatan desa siaga , sudah dilaksanakan bulan Maret 2009 diseluruh wilayah Kecamatan Tawangsari.

2. SMD (Survey Mawas Diri ) Ialah kegiatan pengenalan pengumpulan , pengkajian masalah kesehatan oleh sekelompok masyarakat setempat dibawah arahan petugas kesehatan / Bidan.Sudah dilaksanakan bulan April – Mei 2009 dengan dana Bansos.

3. MMD ( Musyawarah Masyarakat Desa ) Ialah pertemuan seluruh warga desa membahas hasil SMD dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD.

4.Pelatihan Kader Merupakan kegiatan dalam rangka mempersiapkan kader agar mampu dan berperan serta dalam mengembangkan desa siaga dan PKD.

Tujuan akhir Desa Sehat dan Desa Siaga : Memandirikan masyarakat dalam bidang kesehatan

Kompetensi pada desa siaga dan desa sehat :

1. Melakukan pengamatan penyakit , gizi , kesehatan lingkungan dan prilaku masyarakat dalam rangka survey mawas diri.

2. Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa dalam penggalangan komitmen Desa Siaga.

3. Melakukan pelayanan kesehatan produktif dan preventif.

4. Melakukan administrasi Desa Siaga.

5. Menggalang jejaring kemitraan potensi yang ada di desa ( LSM , Swasta ,Organisasi didesa PKK , Karang Taruna dll ).

6. Menerapkan tehnologi tepat guna sesuai dengan potensi yang ada.

7. Menggali pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat.

8. Mengelola upaya kesehatan berbasis masyarakat.

* Penggalangan komitmen Visi dan Misi desa siaga.

* Penggerakan peran serta masyarakat.

*Pengembangan potensi sumber daya masyarakat.

*Pembinaan lintas program dan dan lintas Sektoral

Setiap Bulan Pokja Desa Siaga mengadakan pertemuan membahas kegiatan Pokja Desa Siaga berupa pengisian buku kerja Pokja Desa Siaga , Arisan , dan tabungan kader. Setiap triwulan pembinaan oleh TIM Promkes Puskesmas kalau bisa ada kunjungan balasan antar desa / Pokja Desa Siaga memaparkan hasil perkembangan ke semua desa Pokja Desa Siaga. Tenaga SDM kesehatan Desa Siaga : Tenaga kesehatan yang diprioritaskan adalah bidan desa dengan tambahan kompetensi di bidang pelayanan kesehatan dasar, sedangkan tenaga kesehatan lainnya cukup berada di Puskesmas dan pustu . sebagai Tim Pembina Desa.

STRATA DESA SIAGA

27 Juni 2009

Strata Desa Siaga Dapat klik disini

PETA WILAYAH TAWANGSARI SUKOHARJO

27 Juni 2009


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.